Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Aplikasi pupuk organik ABG’ Category

Penyakit "Patek" (antraknosa) pada cabe

Penyakit patek (antraknosa) pada cabai diakibatkan oleh cendawan Colletotrichum capsici Sydow dan Colletotrichum gloeosporioides. Penyakit patek banyak mendatangkan kerugian bagi para petani karena telah menghancurkan hasil panen hingga 20-90 % terutama pada saat musim penghujan. Cendawan penyebab penyakit ini akan berkembang dengan sangat pesat jika kelembaban udara cukup tinggi yaitu lebih dari 80 rH dengan suhu 320C.

Gejala serangan penyakit patek pada cabe yaitu :

  1. Busuk buah (berwarna kuning-coklat seperti terkena sengatan matahari) dan diikuti oleh busuk basah yang terkadang ada jelaganya berwarna hitam.
  2. Sedangkan pada biji dapat menimbulkan kegagalan berkecambah atau bila telah menjadi kecambah dapat menimbulkan rebah kecambah.
  3. Pada tanaman dewasa dapat menimbulkan mati pucuk, infeksi lanjut ke bagian lebih bawah yaitu daun dan batang yang akan menimbulkan busuk kering warna cokelat kehitam-hitaman.

Cara Pengendalian Penyakit Patek Dengan ABG-Bio

Tindakan Pengobatan

ABG-BIO, Pupuk Pengendali Agen Hayati

  • Untuk tanaman cabai yang sudah terserang patek, terlebih dahulu encerkan satu bungkus ABG Bio ke dalam 50 liter. Tambahkan pula 10 tutup botol ABG-Daun atau Buah ( jika belum berbunga/berbuah gunakan ABG-Daun, jika sudah berbunga/berbuah gunakan ABG-Buah ), 2 bungkus ABG-Bios, dan 2 kg dedak. Kemudian diamkan campuran tersebut selama 30 menit, baru setelah itu disiramkan ke areal perakaran. Setiap tanaman kira-kira memperoleh 1 gelas air minuman mineral.
  • Penyiraman tersebut dilakukan setiap 10 hari sekali diikuti dengan menyemprotkan ABG Daun dengan dosis 3 tutup botol untuk 1 tangki sprayer ke batang dan daun tanaman cabe pada hari yang sama. Kemudian hentikan penggunaan, lalu diganti dengan menyemprotkan ABG Buah ke batang dan daun tanaman cabe dengan dosis 3 tutup botol untuk 1 tangki spryer setiap 10 hari sekali. Maka bakal bunga akan muncul kembali dan tanaman cabe yang telah terserang akan kembali menghasilkan buah untuk dipanen.
  • Memusnahkan bagian tanaman yang terinfeksi, namun perlu diperhatikan saat melakukan pemusnahan, tangan yang telah menyentuh (sebaiknya diusahakan tidak menyentuh) luka pada tanaman tidak menyentuh tanaman/buah yang sehat, dan sebaiknya dilakukan menjelang pulang sehingga kita tidak terlalu banyak bersinggungan dengan tanaman/buah yang masih sehat.

Tindakan Pencegahan

  • Melakukan perendaman biji dalam air panas (sekitar 55 derajat Celcius) selama 30 menit atau perlakuan dengan fungisida sistemik yaitu golongan triazole dan pyrimidin (0.05-0.1%) sebelum ditanam atau menggunakan agen hayati ABG-Bio.
  • Penyiraman fungisida atau agen hayati ABG-Bio pada umur 5 sebelum pindah tanam.
  • Penggiliran (rotasi) tanaman dengan tanaman lain yang bukan famili solanaceae (terong, tomat dll) atau tanaman inang lainnya misal pepaya karena patogen antraknosa pada pepaya dapat menyerang cabai pada pertanaman.
  • Penggunaan fungisida fenarimol, triazole, klorotalonil, dll. khususnya pada periode pematangan buah dan terutama saat curah hujan cukup tinggi.. Fungisida diberikan secara bergilir untuk satu penyemprotan dengan penyemprotan berikutnya, baik yang menggunakan fungisida sistemik atau kontak atau bisa juga gabungan keduanya.
  • Penggunaan mulsa hitam perak, karena dengan menggunakan mulsa hitam perak sinar matahari dapat dipantukan pada bagian bawah permukaan daun/tanaman sehingga kelembaban tidak begitu tinggi.
  • Menggunakan jarak tanam yang lebar yaitu sekitar 65-70 cm (lebih baik yang 70 cm) dan ditanam secara zig-zag ini bertujuan untuk mengurangi kelembaban dan sirkulasi udara cukup lancar karena jarak antar tanaman semakin lebar, keuntungan lain buah akan tumbuh lebih besar.
  • Jangan gunakan pupuk nitrogen (N) terlalu tinggi, misal pupuk Urea, Za, ataupun pupuk daun dengan kandungan N yang tinggi.
  • Penyiangan / sanitasi gulma atau rumput-rumputan agar kelembaban berkurang dan tanaman semakin sehat.
  • Jangan menanam cabai dekat dengan tanaman cabai yang sudah terkena lebih dahulu oleh antraknosa / patek, ataupun tanaman inang lain yang telah terinfeksi.
  • Pengelolaan drainase yang baik di musim penghujan.

Agen hayati sangat efektif untuk mengatasi penyakit patek pada cabai sebagai suatu upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia. Perlu diperhatikan bila menggunakan agen hayati sebaiknya tidak menggunakan pestisida kimia terutama bakterisida, karena akan menyebabkan kematian pada agen hayati tersebut. Agen hayati tersebut dapat diperoleh dalam bentuk jadi, yang dinamakan PUPUK AGEN HAYATI ABG-BIO sehingga lebih mudah  untuk digunakan dan harganya sangat terjangkau. Selamat membuktikan.

Read Full Post »

Satu lagi terobosan terbaru dalam dunia pertanian, berupa produk baru dari Pupuk ABG, yaitu ABG Penyehat Tanah.

ABG-MAXI adalah konsentrat organik, kalsium & magnesium oksida dan hara mikro lengkap untuk meningkatkan pH dan menurunkan senyawa toksis (Al) dengan cepat (Quick Solution) dan restorasi vitalitas tanah untuk meningkatkan pasokan hara dan menaikan produktivitas tanaman dengan signifikan. Dengan ABG Penyehat Tanah, masalah tanah yang sudah asam kerana penggunaan pupuk kimia anorganik dapat diatasi.

MANFAAT DAN KEGUNAAN

  • Mengembalikan dan meningkatkan vitalitas dan kesehatan tanah (Soil health and vitality)
  • Meningkatkan pH tanah dan menekan senyawa toksis dalam tanah dengan cepat
  • Meningkatkan efisiensi pemupukan dan ketersediaan hara bagi tanaman
  • Mengatasi kekurangan Mg dan Ca dan hara mikro dengan cepat
  • Sumber hara mikro (B, Cu, Zn, Fe, Mn) bila menggunakan pupuk tunggal atau NPK, terutama untuk tanaman perekebunan dan holtikultura
  • Meningkatkan aktivitas mikroba tanah menguntungkan

TEKNIK APLIKASI

Arahan dan teknik aplikasi ABG – MAXI

 

Kelompok tanaman Konsentrasi (cc/L) Teknik Aplikasi
Pangan (jagung, kedelai, padi gogo, dll) 2 – 3 Larutkan dalam air dengan konsentrasi 2-3 cc/L dan disiramkan pada lahan dengan mengunakan emrat sebelum tanam (2-3 hari)
Sayuran (cabai, tomat, bawang, kubis, kentang, dll) 3 – 4 Larutkan dalam air dengan konsentrasi 3 – 4 cc/L dan disiramkan pada bedengan atau larikan tanam dengan menggunakan emrat sebelum tanam ( 2 – 3 hari)
Pembibitan tanaman tahunan (kelapa, sawit, kakao, kopi, tanaman hias, dan HTI) 3 – 4 Larutkan dengan konsentrasi 3 – 4 cc/L dan disiramkan pada media persemaian dalam polibeg dengan menggunakan emrat sebeum tanam (2 – 3 hari)
Penanaman bibit di lapang (sawit, kopi,  kakao, sengon, akasia, dll) 3 – 4 Larutkan dalam air dengan konsentrasi 3 – 4 cc/L dan disiramkan pada dalam lubang tanah dengan menggunakan emrat sebelum tanam atau transplanting (2 – 3 hari)
Tanaman tahunan di lapang (sawit, kakao, kopi, HTI, dll) 3 – 4 Dilarutkan dalam air dengan konsentrasi 3 – 4 cc/L dan disiramkan pada perakaran tanaman (piringan) secara merata dengan menggunakan emrat. Aplikasi 1 – 2 kali dalam setahun

Jika ada pertanyaan dan anda tertarik, bisa menghubungi PT. SMS

telp: 021-56940978


Read Full Post »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.